Selasa, 29 November 2011

Action..Action..Action..

gmn kbr hari gan??
Semoga hari ini sangat menyenangkan ya??!!!!dan selalu berharap ridho Allah ta'ala....
sedikit cerita hari ini untuk temen-temen.dengan harapan menambah ilmu buat agan-agan semua.
untuk berbisnis memang membutuhkan suatu ilmu, tetapi kebanyakan ilmu juga belum tentu buat bisnis kita maju jikalau kita tidak pernah action.beberapa waktu lalu saya pernah liat acara disebuah televisi.bintang tamunya BOb Sadino ( pebisnis yang sudah terkenal tentunya ).untuk berbisnis kita butuhkan action..action,.action...dan pola pikir ternyata juga bisa membantu bisnis kita untuk maju berkembang dan pesat tentunya.
Ada Syarat untuk calon bisnis versi Bob SAdino ;
1. Kondisi Anda dulu, harus bebas / free dari pemikiran yang linier.
2. Anda Tidak Boleh takut / gagal.
3. Tidak usah berharap,tapi terus action saja.
4. Coba lepaskan belenggu jalan pikiran Anda.

semoga bermanfaat untuk saya, dan untuk agan-agan sekalian.aamiin.

Senin, 28 November 2011

UCAPAN DAN HARAPA BUNDA (3)

UCAPAN DAN HARAPAN BUNDA (3) Terngiang barisan ayat demi ayat dari Firman Allah, al Qur'an yang mulia, di mana di Tangan Allah kendali semua arah kehidupan. Allah yang menurunkan al Qur'an sebagai panduan I hidup, bahwa al Qur'an itu petunjuk, pembeda antara yang halal dan haram, yang benar dengan yang batil. Itu semua karena Allah Yang Memiliki Kehidupan, tabu bahwa manusia yang hidup jika tidak diberi panduan hidup, sungguh ia akan tersesat.

Sekarang menjadi jelas, bahwa banyak manusia sebenernya tidak tahu akan Al Qur'an, sehingga tidak lagi bisa mengenali yang halal apa yang haram. Lihat saja sekeliling kita; apa yang diberitakan, dan apa yang dibicarakan. Andaipun ada yang tahu al Qur'an, rupanya al Qur'an itu tidaklah hidup di dalam kehidupannya. Tidak dipake.

Jika di kehidupan kita saja sudah begini, bagaimanakah lagi anak-anak kita yang hidup dengan lebih banyak tontonan, dan godaan hidup? Aurat wanita di zaman kita dulu hidup, masih minim buat dilihat. Sekarang? Begitu terbuka. Dulu, paling banter surat-suratan. Video porno susah didapat. Bukan sebab susah kaset beta dan VHS nya saja, tapi playernya juga susah. Sekarang? Wuah, merk-merk HP generasi tercanggih, anak-anak SD pun hafal, dan bahkan punya! Dan alat-alat yang sejatinya ini sangatlah positif, kemudian menjadi neraka buat anak-anak kita, sebab mereka tidak siap dan tidak disiapkan.

Pada sebagian wajah anak-anak orang kaya, banyak yang kekayaan orang tuanya pun semakin mempercepat anak-anaknya masuk neraka. Mereka bermaksiat dengan kendaraan yang dibelikan orang tuanya. Mereka bermaksiat dengan uang yang diberikan orang tuanya. Mengerikan. Bahkan di sebagian wajah anak-anak yang tidak mampu, pun juga malahannya ikut-ikutan tidak selamat. Dua-duanya tidak akan selamat, jika tidak berpegang teguh kepada al Qur'an dan as Sunnah. Dan bagaimana lagi bisa berpegang teguh, jika ternyata mengenalpun tidak. Subhaanallah.

Para ayah, para ibu... Anak-anak kita sungguh mengarungi hidup yang berat jika ia tidak diberi sampan yang tangguh, sampan yang kokoh, dan juga dayung yang kuat. Sampannya adalah al Qur'an, dan dayungnya adalah as Sunnah.

Minggu, 27 November 2011

Keutamaan Hari Asyura ( 10 Muharram )

Keutamaan Puasa di Hari Asyura (10 Muharram)
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin


[Di dalam kitab beliau Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi -rahimahullah- membawakan tiga buah hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura / Asyuro (10 Muharram) dan Tasu’a (9 Muharram)]



Hadits yang Pertama
عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

Hadits yang Kedua
عن أبي قتادة رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم سئل عن صيام يوم عاشوراء فقال: ((يكفر السنة الماضية)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Hadits yang Ketiga
وعن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُما قال، قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم: ((لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع)) رَوَاهُ مُسلِمٌ.
Dari Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan” (HR. Muslim)
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Menghapuskan dosa setahun yang lalu’, ini pahalanya lebih sedikit daripada puasa Arafah (yakni menghapuskan dosa setahun sebelum serta sesudahnya –pent). Bersamaan dengan hal tersebut, selayaknya seorang berpuasa ‘Asyura (10 Muharram) disertai dengan (sebelumnya, ed.) Tasu’a (9 Muharram). Hal ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada yang kesembilan’, maksudnya berpuasa pula pada hari Tasu’a.

Penjelasan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa pada hari sebelum maupun setelah ‘Asyura [1] dalam rangka menyelisihi orang-orang Yahudi karena hari ‘Asyura –yaitu 10 Muharram- adalah hari di mana Allah selamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Dahulu orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai syukur mereka kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Allah telah memenangkan tentara-tentaranya dan mengalahkan tentara-tentara syaithan, menyelamatkan Musa dan kaumnya serta membinasakan Fir’aun dan para pengikutnya. Ini merupakan nikmat yang besar.

Oleh karena itu, setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tinggal di Madinah, beliau melihat bahwa orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura [2]. Beliau pun bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Maka orang-orang Yahudi tersebut menjawab, “Hari ini adalah hari di mana Allah telah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta celakanya Fir’aun serta pengikutnya. Maka dari itu kami berpuasa sebagai rasa syukur kepada Allah”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”.

Kenapa Rasulullah mengucapkan hal tersebut? Karena Nabi dan orang–orang yang bersama beliau adalah orang-orang yang lebih berhak terhadap para nabi yang terdahulu. Allah berfirman,
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman, dan Allah-lah pelindung semua orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 68)

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling berhak terhadap Nabi Musa daripada orang-orang Yahudi tersebut, dikarenakan mereka kafir terhadap Nabi Musa, Nabi Isa dan Muhammad. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pula pada hari tersebut. Beliau juga memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ‘Asyura, dengan berpuasa pada hari kesembilan atau hari kesebelas beriringan dengan puasa pada hari kesepuluh (’Asyura), atau ketiga-tiganya. [3]

Oleh karena itu sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:
1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama. [4]
3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh). [5]

Wallahu a’lam bish shawab.

(Sumber: Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin terbitan Darus Salam – Mesir, diterjemahkan Abu Umar Urwah Al-Bankawy, muraja’ah dan catatan kaki: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifai)

CATATAN KAKI:

[1] Adapun hadits yang menyebutkan perintah untuk berpuasa setelahnya (11 Asyura’) adalah dha’if (lemah). Hadits tersebut berbunyi:
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما و بعده يوما . -
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya. (HR. Ahmad dan Al Baihaqy. Didhaifkan oleh As Syaikh Al-Albany di Dha’iful Jami’ hadits no. 3506)
Dan berkata As Syaikh Al Albany – Rahimahullah- di Silsilah Ad Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Penyebutan sehari setelahnya (hari ke sebelas. pent) adalah mungkar, menyelisihi hadits Ibnu Abbas yang shahih dengan lafadz:
“لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع” .
“Jika aku hidup sampai tahun depan tentu aku akan puasa hari kesembilan”
Lihat juga kitab Zaadul Ma’ad 2/66 cet. Muassasah Ar-Risalah Th. 1423 H. dengan tahqiq Syu’aib Al Arnauth dan Abdul Qadir Al Arna’uth.
لئن بقيت لآمرن بصيام يوم قبله أو يوم بعده . يوم عاشوراء) .-
“Kalau aku masih hidup niscaya aku perintahkan puasa sehari sebelumnya (hari Asyura) atau sehari sesudahnya” ((HR. Al Baihaqy, Berkata Al Albany di As-Silsilah Ad-Dha’ifah Wal Maudhu’ah IX/288 No. Hadits 4297: Ini adalah hadits mungkar dengan lafadz lengkap tersebut.))

[2] Padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa penetapan waktu pada umat terdahulu pun menggunakan bulan-bulan qamariyyah (Muharram s/d Dzulhijjah, Pent.) bukan dengan bulan-bulan ala Eropa (Jan s/d Des). Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa hari ke sepuluh dari Muharram adalah hari di mana Allah membinasakan Fir’aun dan pengikutnya dan menyelamatkan Musa dan pengikutnya. (Syarhul Mumthi’ VI.)

[3] Untuk puasa di hari kesebelas haditsnya adalah dha’if (lihat no. 1) maka – Wallaahu a’lam – cukup puasa hari ke 9 bersama hari ke 10 (ini yang afdhal) atau ke 10 saja.
Asy-Syaikh Salim Bin Ied Al Hilaly mengatakan bahwa, “Sebagian ahlu ilmu berpendapat bahwa menyelisihi orang Yahudi terjadi dengan puasa sebelumnya atau sesudahnya. Mereka berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam,
صوموا يوم عاشوراء و خالفوا فيه اليهود صوموا قبله يوما أو بعده يوما .
“Puasalah kalian hari ‘Asyura dan selisihilah orang-orang Yahudi padanya (maka) puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”.
Ini adalah pendapat yang lemah, karena bersandar dengan hadits yang lemah tersebut yang pada sanadnya terdapat Ibnu Abi Laila dan ia adalah jelek hafalannya.” (Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Shalihin II/385. cet. IV. Th. 1423 H Dar Ibnu Jauzi)

[4] (lihat no. 3)

[5] Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan,
والراجح أنه لا يكره إفراد عاشوراء.
Dan yang rajih adalah bahwa tidak dimakruhkan berpuasa ‘Asyura saja. (Syarhul Mumthi’ VI)

Wallaahu a’lam.

SIKSAAN CINTA UNTUK YANG DIMABUK CINTA

Menjadi pribadi yang bermanfaat

Senantiasa terus memperbaiki diri dan memberikan kemanfaatan bagi yang lain. Hendaknya kehadiran kita ada sesuatu manfaat yang bisa dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekeliling kita, Baik itu tenaga, pikiran, materi dll. Tampakkan wajah ceria, murah senyum, tidak sekadar simpati saja, tetapi bagaimana bisa berempati. Berbagi dengan sesama, mengutamakan kepentingan saudaranya, saling berlomba dalam kebaikan dan taqwa
Kamis, 10 November 2011
Siksaan Cinta Untuk yang Dimabuk Cinta
Hudzaifah.org - Cinta. Cinta menurut sebahagian orang adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang.

Setiap pemuda atau pemudi akan muncul sebentuk perasaaan untuk mencintai dan ingin dicintai oleh lawan jenisnya. Sebuah naluri� Dalam pencarian cinta timbul berbagai gejolak, ada perasaan rindu, gelisah dan bahagia. Saat ini mungkin ada di antara saudaraku yang tengah galau dilanda cinta. Hati berdebar, tak dapat belajar dengan baik, selalu teringat pada sang kekasih. Bila ia ada di sisimu engkau menangis karena takut berpisah dan bila ia berada jauh darimu engkau menangis karena rindu� Hati sengsara, meskipun cinta itu manis rasanya�

Hari demi hari engkau sibukkan pikiranmu tentangnya. Bagaimana bila ia marah? Bagaimana bila kehilangan dirinya? Semua pikiran itu�, sungguh-sungguh menyesakkan dadamu, terlebih bila kerinduanmu memuncak. Atau bahkan engkau sibuk mencari perhatiannya, menelfonnya setiap hari dan mau melakukan apa saja untuknya asalkan ia selalu bersamamu.

Kisah Seorang Muslimah

Tapi wahai saudaraku, tahukah engkau, itukah arti cinta bagimu? Mari kita dengar bersama. Seorang muslimah pernah bercerita bagaimana ia dahulu telah terperangkap dalam cinta yang tak tentu dan tak pasti. Ia mencari-cari cinta dan entah mengapa ia merasa terlindungi dengan seorang laki-laki di sisinya sehingga ada yang melindunginya, memperhatikannya dan menyayanginya. Ia menyukai dan berupaya agar sang pujaan hati menjadi miliknya. Namun, apa yang terjadi setelah ia mendapatkan hati sang kekasih? Entah dari mana datangnya (pastilah hidayah AllahSubhanahu wa Ta�ala) , ia merasakan takut bila kematian menjemputnya.., maka apa yang akan ia katakan kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala, sedang setiap hari melakukan dosa. Terlebih ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu �Alaihi wa Sallam bersabda, �Perlahan-lahan dalam segala hal adalah baik kecuali dalam amalan untuk akhirat.�

Ia pernah berfikir untuk bertaubat di kemudian hari saja. Namun ia berfikir pula, bagaimana bila kematian itu datang kepadanya dengan tiba-tiba� Terjadi gejolak dalam hatinya antara yang haq dan yang batil� Yang manakah yang akan dimenangkannya?
�Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)� Dan adapun orang-orang yang takut akan kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).� (QS.An Nazi�at : 37- 41)

Alhamdulillah, ia memilih jalan Illahi, mengenakan jilbab, dan memutuskan hubungan dengan pria itu. Memutuskan dengan apa yang disebut �pacaran�. Membuang jauh cinta nafsu yang tiada gunanya, yang hanya membuang-buang waktu. Yang ia inginkan hanyalah hubungan halal, pernikahan. Pernikahan dengan pria yang shaleh. Kini ia mencari perlindungan hanya dari Allah Subhanahu wa Ta�ala. Cukuplah Allah Subhanahu wa Ta�ala sebagai sebaik-baik pelindung�

Cintai Penciptamu
Allah Subhanahu wa Ta�ala, lupakah engkau akan Dia? Coba engkau fikirkan.. Sesungguhnya hanya Allah Subhanahu wa Ta�ala yang mencintaimu. Bagaimana tidak? Sedang Ia yang menciptakanmu, Ia yang memberimu makan setiap hari dan hanya Ia yang mengertimu melebihi dirimu sendiri. Bila engkau menyangka bahwa manusialah yang menyayangimu, engkau salah besar saudaraku. Siapakah yang menciptakan manusia-manusia itu? Allah Subhanahu wa Ta�ala. Siapakah yang menumbuhkan rasa sayang di dada manusia-manusia itu hingga sampai kepadamu? Allah Subhanahu wa Ta�ala. Jadi, siapakah yang yang benar-benar mencintaimu? Allah Subhanahu wa Ta�ala. Lalu kepada siapakah sepatutnya, selayaknya dan seharusnya engkau serahkan cintamu? Kejam sekali bila engkau menjawab akan memberikan cintamu kepada selain Dia. Apakah engkau hendak membuat tandingan dalam mencintai Allah Subhanahu wa Ta�ala?

�Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, maka mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya,dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).� (QS. Al Baqarah : 165)

Yang paling mengherankan adalah bila engkau beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala namun engkau tidak mencintai-Nya, engkau membutuhkan-Nya namun engkau berpaling dari-Nya. Wahai saudaraku kaum muslimin� Sadarkah engkau�, bagaimanapun durhakanya dirimu, Allah Subhanahu wa Ta�ala tetap memberikan rahmat-Nya padamu. Ia sungguh Maha Pemurah Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Selangkah kau pada-Nya seribu langkah Ia padamu. �Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah ia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya. Sesungguhnya Allah menempatkan hamba-Nya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. �
( HR. Al Hakim)

Tingkat Cinta
Ada 3 macam cinta di dalam hidup ini :
1. Cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala dan Rasulullah Shalallahu �Alaihi wa Sallam
2. Cinta tengah adalah cinta kepada orang tua, saudara, suami/isteri, kerabat karena Allah Subhanahu wa Ta�ala
3. Cinta terendah adalah cinta yang menomorduakan Allah Subhanahu wa Ta�ala dan Rasul-Nya.

Tanda-Tanda Cinta
Saudaraku kaum muslimin, ulama Ibnu Qayim Al Jauziah mendefinisikan seseorang dikatakan sedang dilanda cinta bila telah ada tanda-tanda :

1. Menghujamkan pandangan mata
Dapatlah kita ketahui orang yang dimabuk cinta akan selalu memandang kepada yang dicinta.

2. Malu-malu bila yang dicinta memandangnya
Itulah salah satu sebab mengapa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam melarang shalat dengan menengadah ke atas , namun haruslah menunduk ke bawah sebagai adab menghadap Yang Maha Tinggi. Bahkan rajapun akan marah bila pengikutnya berani menatap wajahnya dan tidak menunduk ke bawah sebagai tanda hormat dan segan.

3. Banyak mengingat dan membicarakan dan menyebut namanya
�Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.� (QS. Al Anfal : 45)

4. Tunduk pada perintah yang dicinta dan mendahulukannya daripada kepentingan sendiri.
�Katakanlah : � Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.� (QS. Ali Imran :31)

5. Memperhatikan perkataan yang dicinta dan mendengarkannya
� Bacalah Al Qur�an kepadaku.�
�Adakah saya membacakannya kepada engkau, padahal ia diturunkan kepada engkau? �
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam menjawab, �Aku suka diriku mendengarkannya dari orang lain.�
Maka saya membacakan sejak permulaan hingga ayat :
�Maka bagaimanakah (keadaan orang-orang kafir nanti) apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dati tiap-tiap ummat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai ummatmu).� (QS. An Nisaa: 41). Beliau bersabda,� Cukup sampai di situ.� Maka saya mengangkat kepala memandang beliau, yang ternyata beliau meneteskan air mata. (HR. Bukhari & Muslim)

6. Mencintai rumah dan tempat kekasih
Ribuan kaum muslimin setiap tahunnya mendatangi Ka�bah. Mereka meninggalkan negeri mereka menuju Mekkah demi memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta�ala. (QS. 2:26-27)

7. Mencintai apapun yang dicintai kekasih
Anas bin Malik menyenangi labu, karena dia melihat Nabi Shalallahu �Alaihi wa Sallam selalu memandang ke arah hidangan labu di atas mangkuk.

8. Berkurban untuk mendapatkan keridhaan yang dicinta
�Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mu�min dan dari diri mereka sendiri.� (QS.Al Ahzab : 6)

Cinta Sejati
Mengapakah saudaraku kaum muslimin seringkali kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta�ala hanya bila ditimpa kesusahan saja, sedang dikala senang engkau tertawa sepuasnya hingga lupa akan Allah Subhanahu wa Ta�ala. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta�ala selalu bersama hamba-hambaNya dikala suka dan duka� Sadarkah kau, Allah Subhanahu wa Ta�alaitu kekal, sedangkan makhluk-Nya dapat binasa. Bagaimana mungkin engkau mengharapkan cinta manusia yang tak kekal, terlebih mencintai manusia yang dia sendiripun tak tahu sampai kapan akan memberikan cintanya kepadamu� Yang demikian itu akan membuatmu terombang-ambing pada cinta yang tak jelas adanya, menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan dalam hatimu. Sampai kapankah engkau akan terus dalam keadaan seperti ini? Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda :
�Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah.� (HR.Athabrani)

Engkau akan sangat rugi bila memperturutkan cinta nafsumu. Cinta nafsu itu akan hilang seiring dengan waktu, sedang cinta Allah Subhanahu wa Ta�alaitu kekal. Sejak engkau berupa setetes mani hingga kelak engkau di surga atau neraka, Allah Subhanahu wa Ta�ala-lah yang selalu bersamamu. Orang tua hanya menemanimu sejak engkau lahir hingga kematianmu. Demikian pula kekasih, hanya bersamamu dalam beberapa masa.

Saudaraku, dalam satu hati tidak mungkin ada dua cinta, salah satunya harus kau keluarkan dari hatimu. Ingatlah, barangsiapa mencintai selain Allah Subhanahu wa Ta�ala, maka ia akan disiksa denga cinta kepada selain-Nya itu. Bila engkau rasakan gelisah setiap hari karena si dia, hati berdebar tak tenteram, kerinduan yang menyesakkan dada, maka berhati-hatilah karena bisa jadi siksa Allah Subhanahu wa Ta�ala itu, telah diturunkan atasmu. Pada hatimu. (AW

Sabtu, 26 November 2011

ibu...ibu...ibu..ayah....I LOVE U

Ibu..Renungan Kebaikan Orang Tua Vs Balasan Kita
Posted by gplat on Nov 23, 2011 in Mutiara Amaly | 0 comments

Ibu :: Mutiara Amaly :: gplat.info, Siapa orang yang selalu membanggakan kita? Siapa orang yang selalu mendoakan kita? Siapa orang yang selalu berkorban untuk kita? Siapa orang yang selalu berusaha membahagiakan kita?
Ibu

“DIA menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan”
[tiga kegelapan itu ialah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim]
(QS. Azzumar : 06 )

Saat kita berusia 1 tahun, orang tua memandikan dan merawat kita, sebagai balasannya kita malah menangis di tengah malam.

Saat kita berusia 2 tahun, orang tua mengajari kita berjalan, sebagai balasannya kita malah kabur ketika orang tua memanggil kita.

Saat kita berusia 3 tahun, orang tua memasakkan makanan kesukaan kita, sebagai balasannya kita malah menumpahkannya.

Saat kita berusia 4 tahun, orang tua memberi kita pencil berwarna, sebagai balasannya kita malah mencoret-coret dinding dengan pencil tersebut.

Saat kita berusia 5 tahun, orang tua membelikan kita baju yang bagus-bagus, sebagai balasannya kita malah mengotorinya dengan bermain-main di lumpur.

Saat kita berusia 10 tahun, orang tua membayar mahal-mahal uang sekolah dan uang les kita, sebagai balasannya kita malah malas-malasan bahkan bolos.
Ibu

Saat kita berusia 11 tahun, orang tua mengantarkan kita kemana-mana, sebagai balasan kita malah tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.

Saat kita berusia 12 tahun, orang tua mengizinkan kita menonon di bioskop dan acara lain di luar rumah bersama teman-teman kita, sebagai balasannya kita malah meminta orang tua duduk di barisan lain, terpisah dari kita dan teman-teman kita.

Saat kita berusia 13 tahun, orang tua membayar biaya kemah, biaya pramuka, dan biaya liburan kita. sebagai balasannya kita malah tidak memberinya kabar ketika kita berada di luar rumah.

Saat kita berusia 14 tahun, orang tua pulang kerja dan ingin memeluk kita, sebagai balasannya kita malah menolak dan mengeluh, “Papa, Mama, aku sudah besar!”.

Saat kita berusia 17 tahun, orang tua sedang menunggu telepon yang penting, sebagai balasannya kita malah asyik menelepon teman-teman kita yang sama sekali tidak penting.

Saat kita berusia 18 tahun, orang tua menangis terharu ketika kita lulus SMA, sebagai balasannya kita malah berpesta semalaman dan baru pulang keesokan harinya.

Saat kita berusia 19 tahun, orang tua membayar biaya kuliah kita dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama, sebagai balasannya kita malah meminta mereka berhenti jauh-jauh dari gerbang kampus dan menghardik, “Papa, Mama, aku malu! Aku kan sudah gede!”.

Ibu

Saat kita berusia 22 tahun, orang tua memluk kita dengan haru ketika kita di wisuda, sebagai balasannya kita malah bertanya kepadanya, “Papa, Mama, Mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?”.

Saat kita berusia 23 tahun, orang tua membelikan kita sebuah barang yang kita idam-idamkan, sebagai balasannya kita malah mencela, “Duh! Kalau mau beli apa-apa untk aku, bilang-bilang dong! Aku ‘kan nggak suka model seperti ini!”.

Saat kita berusia 29 tahun, orang tua membantu membiayai pernikahan kita, sebagai balasannya kita malah pindah ke luar kita, meninggalkan mereka dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.

Saat kita berusia 30 tahun, orang tua memberitahu kita bagaimana cara merawat bayi, sebagai balasannya kita malah berkata “Papa, Mama, Zaman sekarang sudah beda. Nggak perlu lagi cara-cara seperti dulu!”.

Saat kita berusia 40 tahun, orang tua sakit-sakitan dan membutuhkan perawatan, sebagai balasannya kita malah beralasan, “Papa, Mama, aku sudah berkeluarga, Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku!”.

Ibu

Sebegitu tega, sakti dan super bodynya kita dengan semua tindakan atas semua kebaikan, keikhlasan, kerelaan dan pengorbanan yang tidak pernah kita mampu membalas atau menghitungnya. Doa, kiriman salam dan kabar bahagia alangkah indahnya bilamana kita selalu memberinya, Namun alangkah lebih indahnya bila kita tetap di sisinya, menemani, mendampingi dan membahagiakan hingga akhir hayatnya … Terima kasih Umi dan Abah, Ibu dan Ayah, Mamah dan Papap, Semoga ALLAH menempatkanmu dalam kebahagiaan, keselamatan dan perlindungan dunia akhirat [IRS].

Jumat, 25 November 2011

UCAPAN DAN HARAPAN BUNDA 2

UCAPAN DAN HARAPAN BUNDA (2) Wajah anak-anak yang bagaimana yang mau kita lihat? Wajah anak-anak yang lebih penting ujian nasional ketimbang ujian hidup? Wajah anak-anak yang hanya memikirkan nilai berupa angka? Tapi melupakan nilai-nilai kehidupan? Utamanya nilai yang ada di al Qur'an dan di as Sunnah? Hidupnya kering dari budi, dari rasa, dari kasih sayang. Tujuan hidupnya kecil, hanya masuk sekolah favorit? Hanya masuk perguruan tinggi negeri? Setelah lulus, mikirin hanya nyari kerja, nyari gajian? Tidak mencari Allah, yang Maha Memiliki Pekerjaan, Maha Memiliki Rizki?

Jangan diterjunbebaskan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang belasan tahun tidak ada shalat berjamaahnya ketika zuhur. Kelak kita akan mendapati susah sekali anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang bisa shalat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid.

Jangan diterjunbebaskan anak laki-laki kita ke sekolah-sekolah yang aurat wanitanya begitu terbuka, sedang anak kita belumlah lagi diberi pengetahuan bahwa dia harus menjaga pandangannya, harus menahan nafsunya. Jangan diterjunbebaskan anak-anak perempuan kita, ke sekolah yang pergaulan beda jenisnya bebas. Anak-anak kita belum siap, atau kitalah yang menyiapkannya dulu hingga mereka siap.

Pernahkah berpikir, siapa yang akan menguburkan Anda? Anak Anda? Ataukah ia hanya bisa melihat dari tepian kuburan, di mana tukang penggali kuburlah yang menanam jasad kita. Bukan anak kita? Sebelum kita kemudian timbun dengan tanah dan meninggalkannya?

Pernahkah berpikir, siapa yang akan mendoakan kita, dan mengalirkan kita kebaikan demi kebaikan, setelah wafatnya kita? Jangan-jangan kita dipusingkan sejak anak kita hidup dan sejak kita hidup. Pusing dengan kelakuannya, yang semuanya sebenarnya adalah kesalahan kita. Anak ibarat gelas. Sayang, ia diisi dengan air yang bukan air al Qur'an dan as Sunnah. (Bersambung)

Kamis, 24 November 2011

BAHAYA MAKANA DAN MINUMAN BERKEMASAN

Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan Saat ini berbagai jenis makanan kemasan muncul dengan cepat dari yang rasanya manis, gurih, asin renyah dengan warna-warna yang menarik. Makanan-makanan sering menjadi penolong sementara bagi kita, saat asam lambung mulai beraksi. Mulai dari makanan yang berat seperti biskuit atau roti, sampai makanan ringan yang rasanya sangat mencolok. Sering produk kemasan itu mencantumkan bahan makanan dan nilai gizi yang ada. Akan tetapi apakah kita yakin bahwa bahan makanan yang digunakan itu benar-benar mengandung zat gizi dan tidak mengandung bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh? Faktanya sebagian besar makanan kemasan kaya akan zat tambahan serta kurang nutrisi. Beberapa makanan tersebut justru berpotensi memicu timbulnya gangguan kesehatan. Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan Komponen Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan: Lemak trans Bahaya Makanan dan Minuman KemasanBahaya Makanan dan Minuman Kemasan, Lemak trans banyak terkandung dalam bakery muffin dan crispy crackers, popcorn dan makanan cepat saji French fries. Lemak trans, menurut pakar nutrusi dari Harvard, merupakan bencana terbesar dalam makanan olahan. Penelitian menunjukkan bahwa lemak trans dua kali lipat lebih membahayakan jantung dibandingkan lemak jenuh. Lemak ini lebih buruk dibandingkan lemak jenuh karena meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dan menurunkan kadar kolesterol baik HDL. Ini merupakan masalah ganda untuk arteri Anda. Berbeda dengan lemak jenuh, lemak trans juga meningkatkan kadar lipoprotein dan trigliserida yang berpotensi menghambat arteri. Karena itu, pastikan melihat label makanan sebelum membeli. Perhatikan kata-kata trans fat, partially hydrogenated atau fractionated fat. Semakin tinggi posisi frase partially hydrogenated oil di daftar kandungan isi, semakin banyak lemak trans yang dikandung produk tersebut. Biji-bijian yang sudah disuling Memilih biji-bijian yang sudah diolah, seperti roti putih, sereal bergula rendah serat, beras putih, atau pasta putih dibandingkan whole grain bisa meningkatkan risiko serangan jantung hingga 30 persen. Paling tidak, tujuh studi utama menunjukkan bahwa perempuan dan lelaki yang lebih banyak makan biji-bijian utuh (termasuk roti hitam, sereal whole grain, oatmeal, beras merah, bran dan biji-bijian lain seperti bulgur) berisiko 20 hingga 30 persen lebih rendah mengalami penyakit jantung. Di sisi lain, orang-orang yang lebih sering mengonsumsi biji-bijian olahan lebih berisiko mengalami serangan jantung, resistensi insulin, dan tekanan darah tinggi. Pastikan membaca daftar kandungan isi pada kemasan produk. Produk terbaik akan mencantum whole wheat atau whole grain di urutan pertama. Kandungan serat di dalamnya sebaiknya paling tidak tiga gram per takar saji. Garam Sekitar 75 persen sodium dalam diet tidak berasal dari botol garam. Tetapi tersembunyi dalam makanan olahan, seperti sayur dan sup kalengan, bumbu seperti kecap, burger dan kentang goreng cepat saji serta daging olahan (seperti bacon, ham dan deli meat). Beberapa sodium secara alami terdapat dalam makanan yang belum diolah, termasuk susu, bit, seledri, dan bahkan beberapa air minum. Namun sodium alami ini bagus untuk tubuh. Sodium membantu mengatur tekanan darah, mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, menyampaikan impuls saraf, membuat otot (termasuk jantung) berkontraksi dan menjaga indra perasa, penciuman, dan sentuhan bekerja dengan benar. Selain itu, Anda memerlukan sodium untuk menggantikan sodium yang hilang melalui keringat, air mata dan pengeluaran lainnya. Sirup jagung tinggi fruktosa atau Corn Sugar Dibandingkan dengan pemanis tradisional, sirup jagung tinggi fruktosa lebih murah, lebih manis, dan lebih mudah menyatu dengan komponen lainnya. Sirup jagung ini banyak terkandung dalam minuman dan permen, roti, dan English muffin. Selain itu, pemanis ini juga terkandung dalam bir, bacon, saus spaghetti, minuman ringan dan bahkan kecap. Penelitian mulai mengindikasikan bahwa pemanis cair ini bisa mengganggu metabolisme manusia, meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Peneliti, seperti dikutip situs rd.com, menyatakan bahwa kandungan kimia dalam sirup jagung kaya fruktosa mendorong makan berlebih. Selain itu, pemanis ini juga memaksa hati memompa lebih banyak trigliserida (yang membahayakan jantung) ke dalam aliran darah. Di samping itu, fruktosa bisa mengikis persediaan khrom dalam tubuh. Khrom merupakan mineral penting untuk menjaga kadar kolesterol, insulin dan gula darah sehat. Monosodium Glutamate (MSG) MSG adalah jenis bahan makanan yang terdapat pada hampir setiap jenis makanan kemasan yang berasa gurih. MSG berguna untuk membuat kita adiktif terhadap makanan tersebut sehingga membuat kita mau lagi…lagi… dan lagi… MSG disebut juga excitotoxin yang dapat menyebabkan sel otak kita merasa gembira karena pengaruh adiktifnya. Pengkonsumsian MSG berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala bahkan menyebabkan kerusakan sel otak secara permanen. Sodium Nitrite Bertindak sebagai garam dan berguna juga sebagai pewarna makanan. Bahkan makanan ini dapat digunakan dalam produk daging kemasan sebagai penambah rasa. Zat ini memang berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam daging kemasan. Bahan ini merupakan salah satu penyebab kanker tertinggi pada manusia. Berhati-hati lah terhadap produk seperti sosis, daging untuk burger, daging dalam kaleng. Pemanis Buatan (aspartame, sucralose, saccharin) Jenis bahan makanan ini banyak terdapat dalam permen karet, minuman kemasan ataupun minuman soda. Jangan terpengaruh dengan label “sugar free” atau bebas gula dalam kemasan karena sebenarnya jenis makanan ini juga bertindak sebagai zat adiktif atau kecanduan dalam makanan. Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan seperti ini dengan sendirinya akan membuat tubuh Anda menjadi gemuk. Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan Seperti yang Anda lihat, dalam makanan atau minuman kemasan dan juga makanan atau minuman ringan terdapat banyak bahan makanan yang berbahaya. Salah satu tujuannya adalah untuk menimbulkan pengaruh adiktif dalam tubuh untuk meminta lebih. Mulailah lebih cerdik untuk memilih makanan yang sehat bagi Anda dan orang – orang yang Anda cintai. Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan.

UCAPAN DAN HARAPAN BUNDA (1)

UCAPAN DAN HARAPAN BUNDA (1) "Ibu tidak butuh anak yang pinter doangan. Ibu Iebih butuh anak yang bisa doain ibu, yang sering nengokin ibu, yang bisa inget ibu di kala hidup maupun di kala mati. Ibu lebih ga butuh lagi anak yang 'pinter, tapi sombong. Sombong sama ibu, sombong sama sodara, apalagi sombong sama Allah. Dipanggil ama ibu engga nyahut, dipanggil sama Allah juga ga nyahut. Punya kuping kayak ga punya kuping. Ibu demen kalo ngelihat anak megang al Qur'an, baca al Qur'an

Filosofi i'daad adalah, Didik dulu dengan al Qur'an dan as Sunnah. Maka anak akan gampang dibentuk, dan gampang dididik. Didik dulu dengan ngaji ini ngaji itu. Ngaji sesuatu yang dibutuhkan oleh mereka, yang jauh dari sekedar duit, pekerjaan, karir dan masa depan yang sifatnya dunia. Yakni ngaji tentang aqidah, akhlak, iman, Islam, tauhid, dan keyakinan. Dimana aja dah, sekolah, pendidikan yang dimaksud secara umum, dimana hendaknya dipilih pendidikan anak agar cinta sama Islam, Allah dan Rosul-Nya

Saya merasakan repotnya - alhamdulillaah - mendidik dan mengajar anak-anak yang tidak disiapkan terlebih dahulu. Ketidakrataan profil anak-anak yang masuk, membuat sistem pendidikan di banyak lembaga pendidikan tidak berjalan sempurna sebagaimana mestinya. Ada anak- anak yang sudah bagus bacaannya, bahkan hafal 1-2, hingga 10 juz. Tapi banyak juga yang belum bisa baca Al Qur'an

Nasihat berikut ini buat saya dan buat semua yang mau anaknya selamat lahir batin dunia akhirat. Jangan diterjunbebaskan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang belasan tahun tidak ada shalat dhuhanya, dan tidak memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk shalat dhuha! Hingga kemudian ia akan tumbuh menjadi anak-anak yang tidak cinta kepada rasul-Nya.

Jangan diterjunbebaskan anak-anak kita ke sekolah-sekolah yang belasan tahun tidak ada shalat berjamaahnya ketika zuhur. Kelak kita akan mendapati susah sekali anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang bisa shalat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid. ( Bersambung )