Jumat, 16 Agustus 2013

Bagaimana Entrepreneurship Ubah Anak Boros dan Manja Jadi Bijak Kelola Uang


Siapa sangka Ittiphat 'Tob' Peeradechapan dulunya adalah mahasiswa yang boros dan suka hura-hura Ia mengakui dirinya sangat bebas dalam urusan berbelanja pakaian, dan kebutuhan lain khas anak muda.
"Saya suka berolahraga, berkumpul bersama teman-teman dan menraktir mereka makan," jelasnya.
Dalam urusan berpakaian, sebagai seorang remaja belasan tahun, Tob tentu ingin tampil 'keren' dan tidak ketinggalan jaman. Untuk itulah ia menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian dari uang saku yang diberikan orang tuanya yang kaya raya. Tak kurang 30 sampai 40 ribu baht dibelanjakannya untuk semua konsumsi ini per bulan. Tob saat itu tidak memahami betapa uang harus diperoleh dengan kerja keras dan tetes keringat orang tuanya.
Semua itu terus berlanjut hingga sang ayah jatuh bangkrut karena bisnis keluarganya terpuruk. Tob yang tengah kuliah pun memutuskan meninggalkan pendidikan formalnya demi memulai berbisnis. Bisnisnya saat itu hanyalah menjual chestnut panggang. Perjuangan Tob merintis bisnis pun dimulai, dari menjual chestnut hingga sebesar sekarang dengan brand makanan rumput laut "Tae Kae Noi".
Sejak menjadi entrepreneur, Tob yang dulunya seorang anak muda pemboros dengan tingkat pengeluaran puluhan ribu baht seminggunya untuk makan siang di tempat-tempat mewah dan menonton bioskop bersama pacar, kini mengaku hanya mengeluarkan 500 baht seminggu. Pakaiannya sejak bekerja sebagai wirausaha juga tidak banyak berganti. Ia berhenti membeli pakaian baru secara berlebihan. Ia lebih jarang menghabiskan waktu dengan teman-teman karena sudah mendedikasikan waktu dan pikiran serta tenaganya untuk mengembangkan bisnis. Dari seorang pemuda yang gila fashion, ia berubah perlahan menjadi lebih hemat dan bijak. Menjadi entrepreneur tampaknya bagi Tob mengajarkannya prinsip mengelola uang yang bijak.
Menurut Tob, nilai uang yang mudah diperoleh dengan nilai yang dengan susah payah didapatkan dengan hasil jerih payah sendiri sangat terasa bedanya. Maknanya dalam pikiran kita berbeda jauh, ungkap Tob.
"Uang yang Anda dapatkan dengan berpeluh keringat membuat Anda lebih berhati-hati dalam membelanjakannya karena Anda menyadari betapa sulitnya untuk mendapatkan setiap 'baht'," tuturnya. (*Akhlis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar