Rabu, 28 Agustus 2013

Simak Kisah Unik Pengusaha Sukses Bob Sadino Saat Umroh di Mekkah

Meski memeluk Islam sejak lahir, Bob Sadino yang suka mengenakan celana jean pendek ini, sama sekali tidak mengerti agama dan tidak juga menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.
Selama puluhan tahun, ia tenggelam dalam urusan duniawi yang sangat melelahkan dan menguras tenaga serta pikirannya. Meski itu sangat dinikmatinya, hingga bisa dibilang ia sebagai pengusaha sukses.
Hingga pada suatu hari, putri pertama Bob Sadino bertanya:
Bob Sadino, seorang pebisnis yang pernah menggeluti berbagai macam bidang usaha
Pa, aku kok tidak pernah melihat Papa shalat? pertanyaan itu keluar dari mulut putri pertamanya, pada pertengahan tahun 1982.
Pertanyaan tak terduga dari anaknya itu bagai petir di siang bolong. Menggelegar. Jiwa Bob langsung bergetar dan terus memikirkan isi kata-kata putrinya itu. Bapak yang suka berpenampilan nyentrik ini terus gelisah, resah, dan banyak lagi perasaan lain ketika itu.
Sehari setelah pertanyaan anaknya, giliran Bob yang memberikan pertanyaan. Bukan kepada putrinya, melainkan kepada sang istri, Bu..mau berangkat ke Mekah nggak? Umroh yuk...!
Gantian sang istri yang kaget bukan kepalang. Ia tidak mengira sama sekali, suami yang dikenalnya selama puluhan tahun mengajukan pertanyaan dan ajakan semacam itu.
Apa jawaban sang istri? Tentu saja jawabannya iya, karena tidak lama kemudian mereka berangkat ke Mekah untuk umrah. Padahal, saat itu Bob sama sekali belum mengerti tata cara ritual Islam tersebut. Bahkan Bob mengaku belum bisa gerakan shalat dan tidak hafal satu surat al-Quran, termasuk surat al-Fatihah yang harus dibaca setiap shalat.
Ketika sudah berada di depan Kabah, Bob hanya bisa tersenyum tanpa melakukan apapun karena memang tidak bisa. Tanpa membaca surat apapun karena tidak ada yang dihafalnya.
Saya sudah berusaha menghafal al-Fatihah, tapi sulitnya minta ampun. Tidak bisa sama sekali, ceritanya,
Ya sudah di depan Kabah saya hanya tersenyum saja.
Bob mengaku, peristiwa itu sangat luar biasa. Ia yang merasa penuh dosa dan tidak pernah melaksanakan perintah Allah, tetap mendapat panggilan Allah ke tempat suci Mekah.
Perasaan itu muncul ketika berada di depan Kabah, makanya saya hanya tersenyum saja, katanya.
Hari-hari berikutnya, setelah berjumpa dengan Kabah, Bob bisa menghafal al-Fatihah dan langsung lancar shalat. Luar biasa, setelah tersenyum di depan Kabah, semua menjadi lebih mudah.
Setahun kemudian, Bob dan istri meneruskan ibadahnya melaksanakan ibadah haji. Meski sudah haji, sepulang dari Mekah Bob tetap saja Bob Sadino, yang selalu berpenampilan seadanya, santai, cuek dan nyentrik.
Kemanapun pergi, ia tetap dengan pakaian kebesarannya: baju lengan pendek kotak-kotak dan celana jean cekak di atas atas lutut. (bn)

Selasa, 20 Agustus 2013

5 Karakter Pengusaha Sukses

Tahukah Anda bahwa 40% pemuda menginginkan bahwa suatu hari nanti dia sendiri yang akan menjadi bos baginya. Pada kenyataannya hanya sedikit sekali pemuda yang benar-benar memulai bisnis karena takut gagal berbisnis. Banyak di antara mereka yang menyerah setelah mengalami kegagalan. Dan yang tersisa hanya sedikit sekali yang benar-benar siap untuk berbisnis. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara sukses berbisnis
Kita semua tahu bahwa karakter memegang peranan penting dalam segala hal. Dalam karir, keluarga, maupun dunia usaha. Jika kita mempunyai karakter tersebut maka akan memudahkan kita untuk menjadi seorang pebisnis yang handal. Ada sejumlah karakter yang harus dimiliki seseorang untuk sukses dalam bisnis yang digelutinya :
1. Jadilah Pemimpin
Seorang pebisnis selalu akan menjadi seorang pemikir dan pemimpin bagi diri dan anggotanya. Pebisnis yang sukses selalu mampu mengorganisir sebagian besar sisi kehidupannya meliputi keluarga, teman, rekan bisnis, dan agamanya. Jika Anda masih menjadi pengikut, maka akan sangat sulit bagi Anda untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan Anda. Pola pikir pemimpin membuat kita menjadi berwawasan luas karena pengikut hanya memikirkan saya sedangkan pemimpin memikirkan kita.
2. Pengambil resiko
High risk, high return merupakan satu hukum yang pasti. Anda dapat menjadi seorang pebisnis jika Anda seorang risk taker. Resiko rugi merupakan hal yang paling sering ditemui dalam berbisnis. Seseorang yang takut untuk mengambil resiko, saya sarankan untuk tidak berbisnis.
3. Ketekunan
Setiap kesuksesan selalu disertai dengan ketekunan. Ketekunan untuk bangkit dari kegagalan merupakan hal yang terpenting untuk dimiliki. Tekun untuk mencapai tujuan dari hal terkecil sampai yang terbesar ibarat menaiki sebuah gedung menggunakan tangga. Kita harus menapaki anak tangga satu demi satu hingga mencapai puncak gedung.
4. Fokus
Fokus berarti Anda harus memusatkan perhatian hanya pada satu tujuan. Tidak semua orang mempunyai fokus 100% persen karena bisnis yang dijalankan mungkin hanya sampingan. Jika Anda fokus 100%, maka Anda akan menghasilkan 100% pula. Tidak hanya cara sukses berbisnis saja yang memerlukan fokus, tetapi dalam hal karir pun memerlukannya.
5. Disiplin
Disiplin bukan hanya tentang bekerja keras, tetapi juga tentang mengelola kecenderungan bisnis Anda. Banyak pengusaha lahir alami dianugerahi dengan pikiran untuk menghasilkan uang dengan ide segarnya. Kabar baiknya adalah bahwa beberapa ide-ide adalah tambang emas. Kabar buruknya adalah bahwa jika Anda terus mengejar ide-ide baru, ide-ide lama tidak pernah dikembangkan membuahkan hasil. Dan aku melihat satu multijutawan khususnya menjalankan bisnis ke dalam kebangkrutan karena setiap minggu dia bekerja pada sesuatu yang baru. (bn/dari sumber Ir. Ciputra)
 

Jumat, 16 Agustus 2013

Cara Mendapatkan Uang dari Instagram

 

Adakah diantara kita yang masih belum tahu tentang Instagram Sedikit penjelasannya, Instagram merupakan aplikasi modifikasi foto yang saat ini populer di kalangan anak muda di dunia. Dan hebatnya, baru-baru ini ditemukan bahwa aplikasi ini bisa berbuah hasil dengan menjadikannya proyek peluang bisnis baru.
Wartawan CNN bernama Samuel Burke, pekan lalu mengatakan ada salah satu perusahaan di Los Angeles Amerika Serikat yang memiliki merek dagang Instacanvas www.instacanv.as yang berhasil mendapatkan uang $1.700.000 atau sekitar Rp.16.000.000.000 cuma dari Instagram.
Nah pasti dipikiran kita bertanya, gimana cara mendapatkan uang sebanyak itu Berikut penjelasannya. Dalam website Instacanvas, kita bisa mengunggah foto hasil Instagram dan dicetak dalam bentuk kanvas atau dalam bentuk kaca akrilik. Biaya percetakannya harganya sekitar $39 atau kisaran Rp 339.622 sampai $ 79 per gambar.
Tetapi tidak cuma itu saja lho, pada situs tersebut kita juga dapat memperdagangkan gambar kepada pengguna lain. Kemudian pertanyaan yang muncul, apakah kualitas gambar masih bagus Seperti yang sudah kita ketahui bahwa foto hasil Instagram termasuk kecil dan kualitas cetaknya juga beragam. Canvas Pop merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut.
Dalam situs Canvas Pop www.canvaspop.com, kita dapat membesarkan ukuran foto dengan teknologi yang ada pada website tersebut. Secara teknisnya technology mereka memakai alogaritma yang menghaluskan tepian pixel seperti kanvas yang mengaburkan ketidaksempurnaan yang terlihat saat membesarkan gambar.
Bukan cuma itu saja, ada lagi salah satu perusahaan yang berasal Swedia, adalah Foap yang memiliki model bisnis yang menyediakan jasa bank gambar yang diambil dari Instagram profesional. Foap akan menjual gambar tersebut sekitar $10 atau setara Rp.95.000 perfoto serta memberikan setengahnya kepada sang fotografer. Foap menerima gambar yang hanya dimodifikasi dari sisi pencahayaan dan kontras. Tetapi tidak menerima foto yang sudah dimodifikasi secara penuh seperti menambahkan efek vintage yang terdapat dalam gambar. (bn)

Bagaimana Entrepreneurship Ubah Anak Boros dan Manja Jadi Bijak Kelola Uang


Siapa sangka Ittiphat 'Tob' Peeradechapan dulunya adalah mahasiswa yang boros dan suka hura-hura Ia mengakui dirinya sangat bebas dalam urusan berbelanja pakaian, dan kebutuhan lain khas anak muda.
"Saya suka berolahraga, berkumpul bersama teman-teman dan menraktir mereka makan," jelasnya.
Dalam urusan berpakaian, sebagai seorang remaja belasan tahun, Tob tentu ingin tampil 'keren' dan tidak ketinggalan jaman. Untuk itulah ia menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian dari uang saku yang diberikan orang tuanya yang kaya raya. Tak kurang 30 sampai 40 ribu baht dibelanjakannya untuk semua konsumsi ini per bulan. Tob saat itu tidak memahami betapa uang harus diperoleh dengan kerja keras dan tetes keringat orang tuanya.
Semua itu terus berlanjut hingga sang ayah jatuh bangkrut karena bisnis keluarganya terpuruk. Tob yang tengah kuliah pun memutuskan meninggalkan pendidikan formalnya demi memulai berbisnis. Bisnisnya saat itu hanyalah menjual chestnut panggang. Perjuangan Tob merintis bisnis pun dimulai, dari menjual chestnut hingga sebesar sekarang dengan brand makanan rumput laut "Tae Kae Noi".
Sejak menjadi entrepreneur, Tob yang dulunya seorang anak muda pemboros dengan tingkat pengeluaran puluhan ribu baht seminggunya untuk makan siang di tempat-tempat mewah dan menonton bioskop bersama pacar, kini mengaku hanya mengeluarkan 500 baht seminggu. Pakaiannya sejak bekerja sebagai wirausaha juga tidak banyak berganti. Ia berhenti membeli pakaian baru secara berlebihan. Ia lebih jarang menghabiskan waktu dengan teman-teman karena sudah mendedikasikan waktu dan pikiran serta tenaganya untuk mengembangkan bisnis. Dari seorang pemuda yang gila fashion, ia berubah perlahan menjadi lebih hemat dan bijak. Menjadi entrepreneur tampaknya bagi Tob mengajarkannya prinsip mengelola uang yang bijak.
Menurut Tob, nilai uang yang mudah diperoleh dengan nilai yang dengan susah payah didapatkan dengan hasil jerih payah sendiri sangat terasa bedanya. Maknanya dalam pikiran kita berbeda jauh, ungkap Tob.
"Uang yang Anda dapatkan dengan berpeluh keringat membuat Anda lebih berhati-hati dalam membelanjakannya karena Anda menyadari betapa sulitnya untuk mendapatkan setiap 'baht'," tuturnya. (*Akhlis)